Tampilkan postingan dengan label sejarah algoritma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah algoritma. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Mei 2017

Algoritma Dan Pemrograman Bagian 4 - Sistemyons.blogspot.co.id

Algoritma Dan Pemrograman Bagian 4
Program Dan Pemrograman


Algoritma baru efektif jika dapat dijalankan oleh sebuah pemroses (prosessor). Pemroses itu bisa berupa manusia, komputer, mesin, robot, dan sebagainya. Pemroses membaca setiap intruksi didalam algoritma lalu mengerjakannya. Menurut Goldschlager dalam computer science tahun 1988. Ia mengatakan suatu pemproses harus:
   1.     Mengerti setiap langkah dalam algoritma,   
   2.     Mengerjakan operasi yang bersesuaian dengan langkah tersebut.
  
  Kita memfokuskan pemroses algoritma adalah computer. Komputer adalah alat bantu untuk menjalankan perintah-perintah didalam  algoritma yang telah “dimasukkan” ke dalamnya. Agar computer mengerti perintah yang dimaksudkan, maka perintah tersebut harus ditulis dalam  bahasa yang dipahami olehnya. Oleh karna itu, algoritma harus ditulis dalam bahasa khusus, yaitu bahasa computer. Algoritma yang ditulis dalam bahasa computer dinamakan Program. Bahasa computer yang digunakan dalam menulis program dinamakan Bahasa Pemrograman. Orang yang membuat program computer disebut programmer, dan kegiatan merancang dan menulis program disebut pemrograman. Didalam pemrograman ada aktivitas menulis kode program (coding).

Salah satu dari sekian banyak bahasa pemrogram, dan akan kita pakai didalam artikel ini, adalah bahasa pascal. Program dibawah ini adalah contoh sebuah kode program dalam bahasa pascal. Program tersebut melakukan pengurutan sekumpulan nilai ujian mehasiswa. Data nilai ujian mahasiswa dibaca dari papan ketik (keyboard), lalu diurutkan dari kecil ke besar, dan akhhirnya hasil pengurutan ditampilkan dilayar peraga (monitor). Untuk sekarang kalian tidak perlu memikirkan bagaimana membuat program ini, karna materi ini akan saya bahas jadi sabar oke.
Program PENGURUTAN;
{Program untuk mengurutkan nilai ujian sejumlah mahasiswa}
Const
Nmask=1000;            (Jumlah)
Var
Nilai : array     [1… Nmask ] of integer; {tempat menyimpan data}
J, k, temp, N, Imask : integer;
Begin
{baca data nilai ujian N orang mahasiswa}
Read (N);
For j :=1 to N do
Readln(Nilai[j]);
{endfor}

Haha itulah contoh sedikit contoh koding yang ga seberapa tetapi mampu membuat otak kita panas dan mendidih, memang tidak ada jalan pintas untuk menjadi master computer semua butuh  perjuangan dan kesabaran yang esktra dan tentu Modal yang banyak.
Nantikan postingan selanjutnya tentang Belajar Memprogram Dan Belajar Bahasa Pemrograman.
Sekian dari saya thiyo, salam Mie Rebus


Sejarah Algoritma dan Pemrograman | Belajar Tentang Sistem

Algoritma dan Pemrograman
Sejarah algoritma


Algoritma adalah jantung computer dan informasi. Banyak cabang dari ilmu computer yang diacu dalam terminology algoritma, misalnya algoritma perutean (routing) pesan di dalam jaringan computer, algoritma bresenhham untuk menggambar garis lurus (bidang grafika komputer), algoritma Knuth-Morris-Pratt untuk mencari suatu pola didalam teks (bidang informasi retrievel), dan sebagainya.
Ditinjau dari asal usul kata, kata “algoritma” sendiri mempunyai sejarah yang cukup aneh. Kata ini tidak muncul dalam kamus Webster sampai akhir tahun 1957. Orang hanya menunjukkan kata algorism yang berarti proses berhitung dengan angka  arab. Anda di katakana algorist jika kata menggunakan angka arab. Para ahli bahasa berusaha menemukan asal kata algorism ini namun hasilnya kurang memuaskan . akhirnya para ahli sejarah matematika menemukan asal usul kata tersebut. Kata algorism berasal dari nama ilmuwan islam, yaitu Abu Jaf’ar Muhammad ibnu Musa Al-Khuwarizmi. Dalam bukunya al jabar wal-muqabala, yang artinya buku pemugaran dan pengurangan. Dari judul buku tersebut buku itu kita juga memperoleh akar kata “aljabar”. Perubahan dari kata algorism menjadi algorithm muncul karna kata algorism sering kali dikelirukan dengan arithmetic, sehingga akhiran –sm digantin denga –thm. Karna perhitungan denga angka arab sudah menjadi perhitungan yang biasa/lumrah, maka lambat laun kata algorithm berangsur-angsur  dipakai sebagai metode perhitungan (komputasi) secara umum, sehingga kehilangan makna aslinya. Dalam bahasa Indonesia, kata algorithm diserap menjadi “algorritma”.

Pada tahun 1950, kata algoritma pertama kali digunakan pada “Algoritma Euclidean” (Euclid’s algorithm). Euclid, seorang matematikawan yunani 350 M, dalam bukunya yang berjudul Element menuliskan langkah-langkah untuk menemukan pembagi bersama terbesar (common greatest divisor atau gcd), dari dua buah bilangan bulat, m dan n. pembagi bersama terbesar dari dua bilangan bulat positif terbesar yang habis membagi kedua bilangan tersebut.

Oke sekian dari sejarah algoritma, semoga bermanfaat.

Salam Mie Rebus.